Capai Swasembada Pangan, Kementan Tanam Satu Juta Hektare Jagung di Lahan Perkebunan
By Admin
Foto/net
nusakini.com - Dalam upaya mencapai swasembada pangan nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Ditjen Perkebunan menyatakan siap melakukan penanaman jagung seluas satu juta hektare di lahan perkebunan seluruh Indonesia.
Dirjen Perkebunan Kementan Bambang di Manado menyampaikan areal perkebunan memiliki potensi yang luas untuk dimanfaatkan sebagain lahan tumpang sari dengan mengembangkan tanaman pangan di sela-sela tanaman perkebunan.
“Saat ini ada potensi seluas 3 juta hektare areal perkebunan untuk tanaman pangan dan kami menyiapkan 1 juta hektare untuk pengembangan jagung,” ujarnya, Minggu (30/4/2017).
Sebelumnya, Sabtu (29/4/2017) Dirjen Perkebunan mencanangkan penanaman jagung pada areal perkebunan secara nasional bertempat di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawasi Utara.
Kegiatan pencanangan tersebut ditandai dengan melakukan penanaman jagung bertempat di perkebunan kelapa Kayuwolo Desa Sapa Kecamatan Tenga oleh Dirjen Perkebunan, Bupati Minahasa Selatan, Kadis Perkebunan Sulut dan Kadis Pertanian Sulut.
Selain itu, juga dilakukan penyerahan bantuan benih jagung hibrida, bibit kelapa dan cengkih kepada sejumlah kelompok tani di Kabupaten Minahasa Selatan.
Sementara itu Koordinator penanaman jagung Wilayah (Korwil) VI, yang membawahi Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat, Dudi Gunadi menyatakan, khusus di Sulut areal pengembangan jagung seluas 325 ribu hektare.
“Dari areal seluas itu sebanyak 105.040 hektare merupakan areal perkebunan yang siap ditanami jagung,” katanya.
Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugina Paruntu menyatakan, penanaman jagung pada 2017 untuk wilayahnya ditargetkan seluas 80.000 hektare yang terbagi penjadi dua tahap yakni 50.000 hektare pada tahap pertama dan 30.000 hektare tahap kedua.
Penanaman jagung, menurut dia, merupakan salah satu cara, memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan berproduksi selain kelapa, yang juga akan membantu menambah penghasilan masyarakat.(b/mk)